LAPORAN PRAKTIK…

LAPORAN PRAKTIKM

BIOLOGY UMUM

PLASMOLISIS

OLEH:

NAMA:SUSAN ASMARANI

   NIM: E1A 011059

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2011

PLASMOLISIS

  1. Pelaksanaan Praktikum
    1. Tujuan praktikum              : Mengetahui konsentrasi sukrosa yang menyebabkan

Terjadinya plasmolisis.

  1. Hari, tanggal                     : Kamis, 17 November 2011
  2. Tempat praktikum             : Laboratorium Botani FKIP

Universitas Mataram.

  1. Landasan Teori

Plasma sel (sitoplasma) dibungkus oleh suatu selaput tipis yang disebut membran plasma. Selaput ini merupakan membran yang mampu mengatur secara selektif aliran cairan dari lingkungan suatu sel ke dalam suatu sel atau sebaliknya. Pada umumnya membran pada organisme hidup bersifat semipermeabel (selektif permeabel) myang berarti hanya molekul-molekul tertentu yang dapat melewatinya. Cairan sel biasanya bersifat hipertonis (potensial air tinggi) dan cairan luar sel bersifat hipertonis (potensial air rendah) sehingga air akan masuk mengalir ke dalam sel sampai kedua cairan isotonis. Apabila suatu sel diletakkan pada larutan yang hipertonis terhadap sitoplasma maka air di dalam sel akan berdifusi keluar sehingga sitoplasma mengkerut dan membran sel terlepas dari dinding sel atu plasmolisis (Nasir, 1994: 49).

Ruang yang terbentuk antara dinding sel atau protoplasma yang mengkerut akan terisi oleh larutan luar yang masuk dengan bebas melalui dinding yang permeabel. Gejala pengerutan ini dikenal dengan istilah plasmolisis, dan sebuah sel yang protoplasmanya memperlihatkan suatu derajad pengerutan dinding sel disebut sedang berplasmolisis. Hendaknya disadari bahwa ada tingkatan-tingkatan plasmolisis. Dari plasmolisis insepien yang pengerutannya hanya dapat di deteksi dari satu atu beberapa buah titik sekitar sel, sampai plasmolisis sempurna yang protoplasmanya telah seluruhnya telah terlepas dari dinding sel. Penyebab langsug plasmolisis ialah adanya larutan luar yang lebih pekat dari cairan vakuola (Estiti, 1994 : 53).

Jika sebuah sel yang telah berplasmolisis dipindahkan kedalam air murni gradiasi akan berbalik dan air akan berdifusi ke dalam sel. Protoplasmanya biasannya akan memperoleh kembali bentuk asalnya. Jadi tampaknya plasmolisis sementara itu tidak akan merusak. Air dan tentunya larutan manapun yang kurang pekat dibandingkan cairan vakuola adalah hiortonik terhadap cairan vakuola. Akan tetapi terbukti bahwa dengan mencelupkan sel yang sam de dalam serangkaian larutan yang sesuai, yang konsentrasinya naik sedikit demi sedikit, akn memperoleh suatu konsentrasi yang tidak menyebabkan plasmolisis. Konsentrasi ini hanya sedikit lebih rendah dari pada konsentrasi berikutnya. Pada urutan naik yang menyebabkan plasmolisis. Larutan yang disebut lebih dahulu disebut isotonik dengan cairan vakuola, sebab potensial secara teoritis dengan potensial osmosis cairan vakuola (Kimball, 2008 : 80).

  1. Alat dan Bahan
    1. Alat
      1. Silet
      2. Cawan petri
      3. Stopwach (Hp)
      4. Pipet tetes
      5. Mikroskop binokuler cahaya
      6. Kaca benda
      7. Kaca penutup
  2. Bahan
    1. a.      Daun Rheo Discolor
    2. b.      Larutan sukrosa 20% dan 50%
    3. c.       Aquades (air)
  1. Cara Kerja
    1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan,
    2. Mengisi dua cairan petri dengan larutan sukrosa 20% dan 50%,
    3. Mengiris tipis bagian bawah daun Rheo Discolor dengan sayatan melintang,
    4. Memasukkan sayatan ke dalam masing-masing cawan petri yang berisi larutan sukrosa,
    5. Dan membiarkan sayatan melintang Rheo Discolor dalam larutan sukrosa selama 15 menit,
    6. Selama menunggu sayatan melintang yang direndam dalam larutan sukrosa, langkah kerja selanjutnya ialah mengiris tipis daun Rheo Discolor dengan sayatan melintang,
    7. Meletakkan sayatan melintang Rheo Discolor diatas gelas benda atau kaca benda kemudian menetesnya dengan air,
    8. Menutupnya dengan kaca penutup,
    9. Mengamati sediaan dengan perbesaran kuat,
    10. Menggambar hasil pengamatan,
    11. Setlah 15 menit direndam dalam sukrosa 20% dan 50%, sayatan melintang daun Rheo Discolor diangkat dan menaruhnya pada masing-masing kaca benda,
    12. Menutpnya dengan kaca penutup,
    13. Mengamati kedua sediaan, dengan menggunakan dua mikroskop,dan
    14. Menulis hasil pengamatan.
  1. Hasil Pengamatan
  1. Data kelompok
Jumlah sel terplasmolisis %
air Sukrosa 20% Sukrosa 50%
0 36,7 75

 

Pada larutan sukrosa 20%

Diketahui : jumlah sel total pada sukrosa 20%     = 30 sel

Jumlah sel yang terplasmolisis             = 11 sel

Jumlah sel yang tidak terplasmolisis   = 19 sel

Ditanya    : presentasi yang terplasmolisis dan yang tidak terplasmolisis..?

Jawab       :- % sel yang terplasmolisis                  = 11/30×100%

= 36,7 %

-% sel yang tidak terplasmolisis          = 19/30×100%

= 63,3 %

Pada larutan sukrosa 50%

Diketahui : jumlah sel total pada sukrosa 50 %    = 60 sel

Jumlah sel terplasmolisis                     = 45 sel

Jumlah sel tidak terplasmolisis            = 15 sel

Ditanya    : presentase.?

Jawab      : % sel yang terplasmolisis                     = 45/60×100%

= 75 %

% sel yang tidak terplasmolisis           = 15/60×100%

= 25 %

  1. Data kelas
Jumlah sel yang terplasmolisis (100%)
kelompok air Sukrosa 20 % Sukrosa 50%
1 0 30 90
2 0 57 77
3 0 30 90
4 0 36,7 75
5 0 50 100
  1. Pembahasan

Plasmolisis merupakan pristiwa terlepasnya membran sel dari dinding sel sebagai akibat dari eksosmosis yaitu suatu keadaan apabila konsentrasi larutan diluar sel lebih tinggi dari pada didalam sel dan air dalam sel akan keluar. Sebagai akibat dari konsentrasi larutan diluar sel lebih tinggi dari pada di salam sel, maka vakuola tengah akan mengerut dan protoplasma serta membran sel yang menempel juga akan mengerut bersama vakuola.

Pada percobaan yang dilakukan terhadap sayatan permukaan epidermis bawah daun Rheo Discolor yang masih mengandung antosianin (sel yang berwarna merah). Sayatan Rheo Discolor direndam selama 15 menit didalam larutan sukrosa 20% dan 50% yang bertujuan untuk supaya sel mengalami plasmolisis. Karena plasmolisis terjadi karena ada larutan luar yang lebih pekat dari vakuola, dan larutan sukrosa 20% dan 50% itu merupakan larutan yang sangat pekat. Setelah diamati pada mikroskop pada masing-masing konsentrasi dan jenis larutan yang berbeda terlihat adanya perbedaan. Pada larutan sukrosa 20% terlihat kurang lebih 75% selnya berwarna ungu dan sebagiannya lagi berwarna putih. Begitu juga dengan larutan sukrosa 50% yang selnya kebanyakan berwarna putih dan berwarna ungu kurang lebih 25%. Warna putih yang dapat terlihat pada pengamatan tersebut merupaka sel yang telah terplasmolisis. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi konsentrasi sukrosanya semakin besar atu semakin banyak proses plasmolisisnya dan bisa ditulis secara sistematis sebagai berikut: 0% sukrosa lebih kecil dari 20% sukrosa lebih kecil dari 50% sukrosa.apabila sel yang mengalami plasmolisis dipindahkan ke air murni maka protoplasmanya akan memperoleh kembali bentuk asalnya. Jadi plasmolisis sementara itu tidak akan merusak. Hendaknya di sadari bahwa adatingkatan-tingkatan plasmolisis insipien yang pengeretannya hanya dapat dideteksi dari satu atau beberapa buah titik sekitar sel, sampai plasmolisis sempurna yang protoplasmanya seluruhnya telah terlepas dari dinding sel.

  1. Kesimpulan dan saran
    1. Kesinpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan serta tujuan percobaan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Plasmolisis adalah pristiwa terlepasnya membran sel dari dinding sel sebagai akibat dari eksosmosis.
  2. Plasmolisis terjadi karena perbedaan kosentrasi diluar dan didalam sel, dimana konsentrasi diluar lebih tinggi sehingga terjadi elsosmosis.
  3. Semakin tinggi konsentrasi sukrosanya semakin besar atau semakin banyak proses plasmolisisnya.
  4. Sel yang telah berplasmolisis akan kembali kebentuk semula apabila dipindahkan ke air murni.

DAFTAR PUSTAKA

Estiti. 1994. Biologi Pertanian. Jakarta: Erlangga.

Kimball. 2000. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Nasir. 1994. Penuntun Praktikum Biologi Umum.Yogyakarta: Depdikbud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s